Cahaya
Pekalongan, 1 januari 2013
Malam ini,
tak ku lihat bulan
Di sudut
langit….
Yang ku
lihat, hanya cahaya kemerahan
Menerangi
kegelapan
Angin berhembus lirih
Memamerkan cara mereka bertasbih
Menuai damai dalam kerinduan
Begitu indah
Cara.Mu atas
takdirku
Begitu
lembut
Tangan.Mu
perlakukan aku
Tapi Tuhan, tak ada balas budi ku
Untuk.Mu
Tak ingat bahwa aku begitu fakir
Sedang Engkau Maha Kabir
Dosa ku
bergelimang
Namun Kau
tetap sayang
Aib ku
menjuntai
Namun Kau
tutup dengan tirai
Kau selalu menjadi cahaya
Di ujung kegelapanku
Seperti cahaya malam ini
Yang memberi terang
untuk sang malam
Tuhan,
harapan ku
Selalu Kau
buka pintu langit untukku
Selalu Kau
buka pintu hatiku
Untuk
mengingat.Mu
****************************************************************
Tanpa judul
Pekalongan, desember
2012
Tak kan ku lupa engkau
Yang menjadi fajar bagi kehidupan ku
Begitu indah cara Tuhan
Mempertemukan aku dengan dirimu
Mengajarkan
aku hidup
Menjadi lebih baik
Bermanfaat dan tersenyum
Tak lelah kau nasehati aku
Meluruskan aku untuk tetap
Berada di jalan.Nya
Terima
kasih Tuhan..
Karena
tanpa takdir.Mu
Tak
akan pernah ku temui dia
Dan aku,
Menyanyangi dia karena Kamu
Karena cinta ku pada.Mu
********
I hope we will together
And our love never dies… J
*********************************************************************************
Tanpa Judul
Pekalongan, 2 januari 2013
Detik ini,
di bibir pantai
Ku nikmati
alam
Dengan penuh
kesyukuran
Kau tahu Tuhan?
Tak ada ciptaan
Seelok ciptaan.Mu
Dan Kau tahu
Tuhan?
Kau begitu
sempurna
Sempurna
dalam sifat.Mu
Sempurna
dalam urusan.Mu
Tak seorang manusiapun
Temui kelemahan
Dalam ciptaan.Mu
Dan aku
harap
Sesempurna
itu pula
Aku mencinta
dan menyembah.Mu
Detik ini,
Saat aku mengagumi.Mu
Mengagungkan ciptaan dan nama.Mu
Ku lihat
senja
Mensyaratkan
keindahan.Mu
Bersama
ombak yang bergelombak
Meretas buih
di bibir lautan
Dan bersama alam
Aku bertasbih memuji.Mu
************
Di pantai pasir kencana
***********************************************************************************
Tanpa Judul
Pekalongan, 3 januari 2013
Bait bait ku
Belum mampu
aku selesaikan
Ketika hujan
turun
Dan mulai
membasahi
Tanah yang
aku tapak
Rintik rintik air ini
Mengiringi gema yang bersahutan
Adzan dhuhur sedang berkumandang
Ku rasa
Alam sedang
menampakkan
Cara mereka
memuji.Nya
Begitu manis
bukan?
Mengajak sang angin
Untuk bertasbih
Menyapa dedaunan
Untuk tetap beriman
Pantasnya
aku tersenyum
Melihat
ta’dhimnya alam
Tapi justru tangis
yang ada
Karena begitu miris
Caraku memuji.Nya
***********
Di sela rerintikan hujan
Pukul 12.17 WIB
Hujan turun
tepat kala adzan berkumandang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar